◄ Allah Sentiasa Disisi Kita ►

Aqidah dan Ukhuwah (Part. 1)

Abu Akhyar dalam tulisan, posting hari ini, “Belajar dari Kekalahan Perang Uhud”, telah menyadarkan kita kembali betapa ummat Islam di hari ini berada pada posisi yang memprihatinkan, lemah, lemah hampir dalam setiap lapangan. Perang Teluk yang makin memecah-belah ummat, demokrasi Aljazair, pembantaian di Bosnia-Hercegovina, pengusiran di Myanmar, intifhadah Palestina, Afghanistan. Ummat Islam tersudut dan terus tersudut. Demokrasi yang sangat diagungkan di Inggris dan Amerika, hanyalah benar dan berlaku selama menguntungkan Barat, namun manakala kaum muslimin yang menang, maka demokrasi hanyalah tinggal nama, telah terlucu ti maknanya. Maka demokrasi kental dalam makna “alat untuk mengu kuhkan hegemoni Barat”, dan tidak untuk Aljazair. Ketika perang Teluk berkobar, respon untuk membantu Quwait segera berdatangan, dan bayangkan bagaimana sibuknya Amerika, dengan gaya Polisi Dunia. Bandingan dengan kasus Palestina dan Bosnia. Adilkah ? Jangan tanya soal keadilan disini. Sebab keadilan telah diperham bakan pada hegemoni mereka, keadilan hanyalah untuk kepentingan mereka. Konsep keadilan yang murni telah sirna. Negara kuat adalah negara kuat, negara lemah tidak akan pernah mempunyai hak yang sama dengan negara kuat, meski itu tertulis besar-besar dalam prasasti atau dokumen. Negara kuat apapun tindakannya dapat dikemas menjadi “keadilan”.